Beberapa minggu terakhir, masyarakat di Kabupaten Malang digegerkan munculnya makhluk penghisap darah. Makhluk mematikan yang memangsa korbannya dengan cara menghisap habis darahnya itu terus meneror warga. Bahkan, menurut pengakuan warga Desa Sumbersekar Kecamatan Dau, dalam semalam, makhluk ganas itu bisa memangsa dan menyedot habis darah tiga ekor ternak mereka . Sampai saat ini sekurang-kurangnya telah telah terjadi 50 kali penyerangan.
Seperti dirilis harian lokal Memo Arema, sasaran makhluk penghisap darah yang oleh masyarakat setempat dinamakan Grandong (tokoh gendruwo dalam sinetron Misteri Gunung Merapi) itu kini makin meluas ke dusun sekitar, misalkan di Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Salah satu sasarannya adalah ternak milik Sanawi (40). Tiga ekor kambing gibas Sanawi menjadi mangsa empuk makhluk yang masih misterius itu. Padahal, letak kandang kambing Sanawi hanya sekitar 300 m dari rumah tempat tinggalnya.
Peristiwa ini baru diketahui Sanawi esok harinya sekitar pukul 05.00, saat dia mau memberi makan ternaknya."Waktu saya datang, saya lihat kambing itu sudah mati. Di lehernya, saya temukan tiga lubang, seperti bekas dihisap sesuatu," jelas Sanawi.
Awalnya Sanawi mengaku bingung dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun setelah ada yang memberitahu bahwa peristiwa serupa juga terjadi di desa tetangga, diapun lapor kepada Ketua RT yang dilanjutkan ke Mapolsek Dau.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sanawi hanya menemukan jejak kaki. Namun anehnya, jejak kaki yang diduga jejak kaki anjing itu hanya ada tiga. "Jejak kakinya hanya tiga. Mestinya kan empat ..masak anjing hanya memiliki tiga kaki," ungkapnya heran.
Diakui Sanawi, biasanya dia memang tidur di kandang miliknya. Karena selain kambing, di kandang tersebut juga terdapat empat ekor sapi perah. Hanya saja, malam itu dia pilih tidur di rumah. Menurutnya, malam itu, ada salah seorang tetangganya yang mendengar suara seperti anjing melolong, namun ada juga yang mengatakan seperti mendengar suara babi. "Suaranya grok ..grok ..terus kandangnya saya senteri. Tapi karena dilarang istri, akhirnya saya masuk lagi ke dalam rumah," tutur Yatno, salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari kandang Sanawi. Namun, menurut pengakuan Yatno, dia sempat mengintip, dan nampak beberapa anjing berukuran besar melintas di depan rumahnya. "Tapi saya tiak berani berbuat apa-apa dan melanjutkan tidur" tambahnya.
Esoknya, setelah mendapatkan laporan, Muspika setempat mendatangi TKP. Dua kambing, yang salah satunya hamil segera dikubur, sedangkan dua yang lainnya dibawa ke Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Malang untuk diteliti lebih lanjut.
Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi yang telah dilakukan pihak Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Malang, disimpulkan bahwa: Darah kambing tersedot habis, tulang remuk dililit, terdapat luka gigitan di leher dan 2 di paha, dibalik perut, dan dada. Juga terdapat luka gigitan/tusuk seperti beda tajam sedalam 2-5 cm, tidak ada indikasi racun, dan organ hati, jantung,limpa, paru dalam kondisi baik.**