 Barack Hussein Obama Dunia Islam masih menunggu apakah Barack Hussein Obama mampu mengubah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Selama ini negeri paman Sam dianggap tidak ramah terhadap negara-negara muslim. Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan Obama harus menarik mundur pasukan dari Irak dan Afganistan, serta menghentikan dukungan kepada Israel. Kalau tidak, ujarnya, ucapan dia cuma pemanis saja. Berikut adalah wawancara antara Ismail Yusanto[IY] dan Radio Nederland Wereldomroep:
[IY]: Kita sih hanya bisa berharap ya, Barack Obama itu menjadi presiden yanglebih ramah terhadap dunia islam. Tidak seperti presiden sebelumnya, bertindak sangat keji. Meski sesungguhnya kita tidak terlalu yakin Barack Obama akan mengubah haluan politik luar negeri Amerika. Siapapun presidennya politik luar negeri Amerika tetap di dalam pola yang relatif ketat. Hanya mungkin intensitas penekanannya yang mungkin berbeda-beda gitu.
Wereldomroep: Sekali pun namanya Barack Hussein Obama. Ini kan namanya saja sudah terkesan ramah maksud saya terhadap dunia islam?
IY: Ya, makanya tadi kalau dari segi harapan bahwa dia betul-betul bisa menjadi presiden yang lebih mengerti dunia islam dan dia menghentikan kebijakan luar negeri Amerika yang selama ini begitu menindas umat islam di berbagai negara.
Wereldomroep: Keberhasilan Barack Husen Obama juga menegaskan bahwa kelompok minoritas ternyata bisa tampil memimpin begitu ya. Untuk konteks Indonesia bagaimana Anda memandangnya?
Indonesia Paling Sensitif
IY: Oh, Barack Obama bukan lagi minoritas. Kalau kita bicara tentang ras kulit hitam kan jumlahnya cukup besar gitu. Dan yang paling sensitif sebenarnya kan soal agama. Barack Obama itu bukanlah orang yang beragama berbeda dengan mayoritas penduduk di Amerika. Jadi paling dari sisi ras saja. Sementara kalau di Indonesia ini kan yang paling sensitif adalah agama bukan ras.
Dan kalau agama saya pikir mayoritas penduduk negara ini adalah muslim. Dalam konteks apa pun tentu berharap pemimpin Indonesia adalah muslim. Kalau muslim jadi presiden Amerika itu baru sejarah gitu.
Wereldomroep: Nah, kita kembali ke politik kebijakan luar negeri ya, anda menyebut bahwa kurang berharap banyak karena anda sebut tadi kebijakan luar negeri Amerika itu dari dulunya memang begitu dan sulit diubah oleh seorang presiden baru?
IY: Ya, tentu kita tidak akan menutup harapan itu. Jadi harapan itu tetap kita sampaikan bahwa Barack Obama itu mirip presiden yang lebih ramah terhadap dunia islam begitu. Dan harapan itu akan terwujud bila Obama mampu merubah haluan politik luar negeri Amerika, tidak seperti yang selama ini terjadi.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah Barack Obama mampu gitu. Mengingat bahwa politik di luar negeri Amerika itu kan tetap, kalau dalam bahasa kita itu kan politik dominasi, untuk mempertahankan dominasinya baik pada lapangan politik maupun ekonomi di seluruh dunia gitu.
Wereldomroep: Nah, dunia islam jelas sudah memandang negatif terhadap George W. Bush begitu ya, sekarang dunia islam memandang Barack Obama bagaimana. Netral kah atau curiga, bagaimana?
Ibarat Papan Catur
IY: Barack Obama harus membuktikan posisinya itu dengan tindakan. Artinya begini dia sudah mengatakan bahwa akan menarik pasukan Amerika dari Irak. Kalau itu dilakukan bagus. Tapi jangan kemudian dipindah ke Afganistan. Sebab kalau dipindahkan ke Afganistan berarti Barack Obama itu hanya ibarat papan catur hanya menggeser bidahnya saja begitu.
Wereldomroep: Tapi setahu saya bukankah itu dalam kampanyenya dia menyebut, dia akan menarik pasukan dari Irak, tapi akan memusatkan perhatian ke Afganistan?
IY: Ya, dia akan menggesernya ke Afganistan. Kalau menggeser ke Afganistan itu sama saja. Cuma memindahkan pasukan dari Irak ke Afganistan dan dia tetap menindas rakyat Afganistan kan begitu. Akan sangat bagus kalau dia menarik pasukan dari Irak juga dari Afganistan.
Wereldomroep: Dunia islam nampaknya belum bisa percaya penuh terhadap Barack Hussein Obama?
IY: Percaya penuh atau tidak, itu tergantung pada langkah konkrit yang diambil nantinya gitu. Nanti kita lihat tahun depan 2009, setelah dia dilantik, apakah langkah-langkah politik luar negerinya itu betul-betul konkrit menjauhkan Amerika dari tindakan kezalimannya atas dunia islam di Irak, Afganistan khususnya dan juga di Palestina begitu. Itu saya kira yang akan dinantikan oleh bukan hanya dunia islam tapi dunia secara keseluruhan gitu.
Dan saya pikir bukti paling konkrit, dari komitmen Barack Obama untuk mewujudkan dunia yang lebih aman adalah dia menarik pasukan dari Irak dan juga Afganistan, serta menghentikan dukungan secara membabibuta terhadap Israel begitu.**
Foto: Dailymail
|