Home arrow News arrow Seandainya Istriku Mau....

Seandainya Istriku Mau.... PDF  | Print |  E-mail
Wednesday, 17 September 2008

 Image

ImageSUBANDI tidak bisa berkata banyak. Ia hanya melongo dan pandangannya nanar. Ia tidak tahu harus berkata apa ketika sebuah ambulans puskemas berhenti di depan Masjid Roudlotul Jannah di Dusun Kepel Krajan Pasuruan.

Ia melihat pintu belakang mobil itu dibuka dan dari dalamnya dikeluarkan tiga jenazah. Orang-orang yang berkerumun seketika menjerit, tetapi Subandi tetap tidak bergerak. Ia tetap bingung. Salah satu jenazah itu adalah istrinya, Fatimah, 45 tahun. Dua lainnya adalah Suminah dan Supiah. Mereka adalah korban tewas dalam insiden pembagian zakat di rumah H Saikhon di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Pasuruan pagi itu.

Secara bergantian masing-masing jenazah itu dibawa ke rumah duka. Suminah disemayamkan di rumahnya, RT04 RW 11 no. 108 (sebelah kanan masjid). Jenazah Supiah disemayamkan di rumahnya, RT 03 RW 11no.38 (depan masjid) dan Fatimah di rumah no.43 (belakang rumah Supiah). Dusun Kepel Krajan berduka sore itu, termasuk Subandi.

Sebelum ambulans itu tiba, informasi yang sampai di telinga Subandi simpang siur. Para tetangga mengatakan Fatimah ikut tewas, tetapi ketika dicari di RSUD dr R Soedarsono Pasuruan jenazahnya tidak ditemukan. Kebingungan semakin menekannya, ketika semua saudara menyalahkan dia karena tidak mencegah sang istri pergi berebut zakat. “Lha wong wis gak iso dipenging (sudah tidak bisa dilarang),” ujarnya sedikit mengiba.

Subandi bukannya membiarkan kepergian sang istri yang telah memberinya satu anak itu. Subandi dengan nada tinggi bahkan mengaku mengawali pagi itu dengan pertengkaran karena ia tidak mau sang istri mengambil zakat.

Tetapi apa mau dikata, keinginan sang istri sudah bulat dan ini membuat Subandi menyerah. Ia pun mengantar Fatimah ke lokasi pembagian zakat dan ia membawa serta sang menantu, Sofiatun dan seorang tetangga lainnya, Hamdana. ”Setelah itu saya tinggal mbecak,” tutur pria itu.

Kabar selanjutnya yang ia terima adalah meninggalnya sang istri. “Istri saya meninggal dan mantu saya masih di rumah sakit,” ujar Subandi meratapi keadaaan.

Subandi dan Fatimah adalah pasangan yang hidup bersahaja. Di rumahnya yang sudah berdinding tembok mereka tinggal berlima dengan putra semata wayangnya, Fausi, menantunya Sofiatun dan ibu Fatimah, mbok Sarah. Sebagai kepala keluarga Subandi bekerja sebagai tukang becak sedangkan Fatimah biasa membantu menambah rezeki keluarga dengan menjadi buruh tani. Sementara putranya juga bekerja serabutan.

Mengantre zakat bukan pertama kali dilakoni Fatimah. Tahun-tahun sebelumnya ia juga sudah pernah melakukan hal serupa. Tapi kali ini, keinginan mendapat uang beberapa puluh ribu rupiah harus ditukarnya dengan nyawa.

Seandainya Fatimah tidak tergiur zakat, pagi itu sudah matun atau membersihkan gulma di sawah. Di sawah ia tak perlu berdesak-desakan dengan orang lain untuk mendapatkan uang Rp 50.000, karena bidang sawah yang dia kerjakan cukup luas, meski ia tak bisa menghindari terik matahari. Pulang matun pun ia pasti mengantungi uang Rp 15.000, meski mungkin hanya cukup untuk belanja sehari.

Menurut Siana, tetangga korban yang biasa memperkerjakan  Fatimah di sawah menyatakan hari itu sebenarnya Fatimah sudah ada jadwal matun dan sudah mendapat uang muka untuk pekerjaannya. Tapi ternyata Fatimah memilih meninggalkan pekerjaannya.

Bersama menantu dan seorang tetangganya ia berangkat pukul 05.00 untuk bisa mendapatkan uang zakat. “Dia sudah saya beri uang Rp 15.000 untuk matun, tapi dia justru mengembalikannya, ia memilih antre mengambil uang, sampai akhirnya seperti ini,” ujar Siana.

Seandainya Fatimah mengalah dalam pertengkaran dengan Subandi.... Seandainya Fatimah  mengantongi  uang Rp 15.000 dan pergi matun. Tentu hari itu, keluarga bersahaja itu masih bisa berkumpul berlima.

sumber :surya.co.id 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Fenomena

Sebuah hadist menyebutkan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah matahari akan terbit dari arah...

Penemuan beberapa bangkai kereta tempur kuno di dasar laut Merah menimbulkan banyak spekulasi tentang kaitannya dengan kisah Nabi Musa AS. Sang...
Keberadaan Nessie, panggilan akrab untuk Monster Danau Loch Ness, yang legendanya begitu terkenal di Skotlandia, terus menjadi misteri. Makhluk hidup...
Pernahkah Anda membayangkan, ada lubang sangat besar begitu saja menganga di depan Anda dan menelan Anda hidup-hidup? Betapa mengerikan, dan tentu...