Home arrow News arrow Kwik:Retorika Pertumbuhan Ekonomi dan BLT Omong Kosong

Kwik:Retorika Pertumbuhan Ekonomi dan BLT Omong Kosong PDF  | Print |  E-mail
Sunday, 07 September 2008

Image
Kwik Kian Gie
Banyak yang memuji pencapaian ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pihak bahkan menganggap target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun 2009 yang dipatok pada 6,2 persen terlalu berhati-hati.

Menurut mereka, keadaan di lapangan, terutama di daerah,  menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi.

Namun, menurut pengamat ekonomi, Kwik Kian Gie, berbagai sanjungan terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lebih dari retorika belaka. Di balik
angka-angka bagus itu tersimpan cerita kelam. Rakyat sering disesatkan dengan
cerita yang berbunga-bunga tentang naiknya Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB).

Seperti petikan wawancara yang dilakukan Radio Nederland Wereldomroep (RNW) dengan Kwik Kian Gie (KKG), informasi itu menyesatkan.

"Pertama-tama, mereka selalu berbicara tentang PDB atau pertumbuhan domestik bruto. Itu adalah produksi barang dan jasa seluruh Indonesia, tidak perduli yang memproduksi itu bangsa Indonesia atau bangsa asing.

Sehingga kalau PDB itu dikurangi dengan produksi yang dilakukan bangsa asing, yang tentunya manfaat terbesar jatuh pada bangsa asing, itu menjadi PNB, Produk Nasional Bruto. Pemerintah dengan tim ekonomi Brockley tidak pernah berbicara menggunakan istilah PNB tetapi PDB. Jadi di dalamnya banyak kandungan asing''.

Kedua, PDB tadi bisa ditumbuhkan hanya dengan lima orang atau enam orang saja.
Seandainya ada lima investor asing, raksasa sekali, lalu mereka memproduksi.
Batu bara dan lain-lain dikeduk. Begitu itu keluar dari perut bumi Indonesia,
itu kan namanya produksi bertambah. Jadi, yang mengakibatkan produksi pertambah yang cuma lima enam investor besar itu. Yang menikmati siapa? Ya, mereka!

Tapi dengan demikian, itu bukan berarti kualitasnya baik dan ada keadilan.
Sebaliknya, dengan dua kali kenaikan harga bensin berturut-turut, 1x126%,   
yang menderita, yang sengsara luar biasa. Lalu korupsi yang gila-gilaan. Itu PT
Lapindo Brantas, mereka melakukan apa semua di Sidoarjo. Sekarang
hancur-hancuran, masih demonstrasi terus. Tetapi, yang punya Lapindo Brantas,
Abu Rizal Bakrie, masih nangkring sebagai Menkokesra.

''Jadi, saya bicaranya juga begitu terhadap para intelektual, apa
quasi-intelektual, atau memang goblok atau apa pikirannya memang sudang
terkorup. Saya tidak ngerti itu".

Dikatakan Kwik, pemerataan sama sekali tidak ada. ''Itu terkonsentrasi di beberapa gelintir tangan. Misalnya, yang sekarang booming itu kan batu bara. Batu bara itu siapa yang punya? Bumi Resources, Abu Rizal Bakrie, terus kemudian di tangan Edwin Soeryadjaya cs yang namanya PT Adaro. Sekarang kembali pada masalah asing tadi''.

Ketiga investor asing memproduksi  dia mengatakan PDB tumbuh. Ketika investor
asing yang memproduksi diboyong ke luar negeri, dia mengatakan ekspor tumbuh.
Nah, itu kan lucu.

Ketika disinggung RNW soal kabar yang membingungkan tentang meningkatnya permintaan mobil, walau harga BBM meningkat, terutama di daerah di luar Jawa,  
Kwik mengatakan sangat gampang menjelaskannya.

''Dengan adanya otonomi daerah, daerah itu kan mendapat uang banyak dari APBN. Dan yang dinamakan banyak tidak banyak biasa, ratusan milyar/trilyun.

Nah, sekarang baik pusat maupun daerah, setiap spending APBN itu kan bocor.
Jadi, di Jakarta, terutama yang sirkulasi uangnya yang mencapai 60 persen, itu
setiap hari muncul berapa multi-milyarder. Juga penguasa-penguasa daerah. Tapi,
kalau seluruh kenikmatan itu dinyatakan dalam persen, dari seluruh jumlah
penduduk dan itu dicatat betul-betul kesengsaraan, coba gambarannya gimana.
Mereka tidak pernah mau melakukan itu," katanya.

BLT Omong Kosong

Lalu, bagaimana tanggapan Kwik soal Bantuan Langsung Tunai (BLT)?

RNW: "Bantuan langsung tunai (BLT) itu menurut Pak Kwik tidak bermanfaat sama
sekali?"

KKG: "Itu omong kosong yang terbesar. Dan kalau saya bicara seperti ini, bukan
sembarangan. Alasannya, data yang dipakai itu adalah data ketika saya masih
menjabat menteri Bapenas. Sebagai menteri Bapenas itu juga sekaligus kepala
Biro Pusat Statistik. Ketika itu, sudah menjadi persoalan. Saya tahu persis
yang dinamakan Susenas itu ngawur. Itulah yang dipakai untuk bantuan langsung
tunai.

Apa artinya ratusan ribuan itu? Lalu pembagiannya sendiri juga kacau sampai
terjadi perkelahian terus-terusan di desa. Orang yang di desa terkenal kaya
dapat. Sudahlah, itu omong kosong! Selain itu prinsip BLT itu lucu. Karena
profesor-profesor yang hebat-hebat itu mengatakan kenaikan bensin itu untuk
menghantam orang kaya. Karena, yang pakai bensin itu orang kaya. Lho, kalau
menghantam orang kaya perlu memberi santunan pada orang miskin? Orang miskinnya kan tentunya dengan sendirinya senang. Begitu kan? Landasan pikiran yang paling prinsipil saja tidak cocok".
Comments
Add New Search
dewa  - hebad   |125.162.75.xxx |2008-09-12 16:12:47
hebad y bpk kwik,sy rasa beliau yang hrs menggantikan menkeu pd periode
slanjutnya,...
klo g jd dwan pnasehat ja y pak,...
mari bersama membangun
bangsa
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Fenomena

Sebuah hadist menyebutkan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah matahari akan terbit dari arah...

Penemuan beberapa bangkai kereta tempur kuno di dasar laut Merah menimbulkan banyak spekulasi tentang kaitannya dengan kisah Nabi Musa AS. Sang...
Keberadaan Nessie, panggilan akrab untuk Monster Danau Loch Ness, yang legendanya begitu terkenal di Skotlandia, terus menjadi misteri. Makhluk hidup...
Pernahkah Anda membayangkan, ada lubang sangat besar begitu saja menganga di depan Anda dan menelan Anda hidup-hidup? Betapa mengerikan, dan tentu...