Home arrow News arrow Indonesia arrow Munir Diracun Dua Kali?

Munir Diracun Dua Kali? PDF  | Print |  E-mail
Friday, 05 September 2008


ImageBukan mustahil ada upaya pembunuhan kedua terhadap aktivis hak-hak asasi manusia Munir, yaitu dalam penerbangan Singapura menuju Amsterdam, setelah upaya pertama dilakukan di Coffee Bean, Bandara Internasional Singapura Changi.



Demikian diungkapkan Usman Hamid, Koordiator Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), menanggapi replik Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Cyrus Sinaga yang disampaikan dalam sidang ketiga dengan terdakwa Mayjen Muchdi Purwopranjono.

Usman Hamid menganggap tak banyak hal baru dalam dialog Tim Pembela Muchdi dan Tim Jaksa Penuntut Umum dalam sidang. Namun dia optimistis, rencana munculnya sebanyak 19 saksi dapat menguak banyak hal dari misteri pembunuhan Munir, termasuk kemungkinan upaya pembunuhan di dalam penerbangan antara Singapura dan Amsterdam


Berikut petikan wawancara Radio Nederland Wereldomroep [RNW] dengan Usman Hamid (UH) pasca sidang yang bakal dilanjutkan 9 September mendatang.

UH: Dari penjelasan jaksa tadi saya menangkap saksi yang nanti akan
dihadirkan berjumlah 19 orang. Yang semula saya duga sekitar 13 orang.
Mudah-mudahan jumlah yang banyak itu juga mencerminkan banyaknya alat bukti yang dimiliki oleh pihak kejaksaan untuk membuktikan keterlibatan terdakwa uchdi.

RNW: Tadi disinggung ya mengenai peracunan, disebutkan di kafe Changi mau pun di pesawat. Sebetulnya di pesawat tidak pernah dibuktikan, kan?

UH: Ya, sebenarnya untuk peracunan Munir yang terjadi di dalam penerbangan
pesawat, itu hanya terbukti di tingkat pengadilan pertama Jakarta Pusat dengan
terdakwa Pollycarpus. Namun kemudian dalam putusan akhir di Mahkamah Agung,
lokasi peracunan dipastikan terjadi di bandara internasional Singapura, yaitu
Changi. Tepatnya di Coffee Bean, tempat di mana Munir bersama Pollycarpus
mengkonsumsi minuman. Dan itu sudah menjadi fakta yuridis.

Nah, sekarang yang kedua, tantangan jaksa ke depan membuktikan peran Muchdi
sebagai terdakwa. Memang jelas hubungannya dengan Pollycarpus sebagai terpidana peracunan Munir. Dan juga kita punya harapan terdapat keterangan-keterangan saksi yang juga mungkin bisa membantu kita untuk mengetahui apakah masih ada lagi tepat kejadian perkara di luar yang terjadi di Changi, Singapura.

RNW: Seperti apa kemungkinannya?

UH: Ya, kemungkinan misalnya peracunan berikutnya yang terjadi dalam perjalanan selanjutnya ke Amsterdam, karena perjalanan Munir dari Singapura menuju Amsterdam juga merupakan suasana yang rawan. Dan selama ini juga kami meyakini bahwa ada upaya juga di dalam perjalanan itu untuk memastikan bahwa racun itu betul-betul dikonsumsi oleh Munir dan bila perlu menambahkan dengan kadar yang lebih luas lagi. Bisa saja peracunan itu tidak terjadi sekali, untuk memastikan Munir betul-betul tewas.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >