 Aguila (no:2dari kanan) dan bandnya Pencekalan artis ternyata bukan hanya di Indonesia saja. Seorang pemusik rock asal Kuba, Gorki Aguila, 39 tahun pun mengalami hal yang sama, bahkan lebih tragis. Bukan hanya dicekal, dia juga sempat ditahan, diadili dan membayar denda tinggi gara-gara lirik lagunya terlalu nakal dan keras.
Pengadilan di Havana akhirnya memang memvonis bebas pemusik rock Kuba yang dituduh anti-komunis itu. Namun, Aguila harus merogoh kocek hingga 600 peso yaitu sekitar 20 euro. Aguila ditangkap awal pekan ini karena menurut pemerintah menganggu ketertiban umum. Lirik lagunya bernuansa anti-komunis dan provokatif untuk pemimpin Kuba, Fidel dan Raul Castro. Di salah satu lagunya, Aguila menyebut Fidel Castro 'Comandante Pinga', artinya Komandan bajingan dan komandan zakar. Tahun 2003, Aguila juga pernah divonis penjara empat tahun. Meski kali ini dia juga menghadapi vonis yang sama, namun perhatian internasional atas penangkapannya, berhasil membebaskannya dari 'hotel prodeo'.
Penggrebekan itu sendiri berlangsung ketika Aguila sedang sibuk dengan rekaman album terbarunya. Hanya sang penyanyi yang harus ikut polisi, anggota band lain tetap bebas. Penahanan ini, seperti dilansir radio nedherland, akibat musik Aguila, yang teksnya sangat vulgar. Sebut saja simbol bandnya yang sudah memiliki nama yang cukup provokatif yakni 'Porno untuk Ricardo,' Aguila juga memplesetkan palu arit, simbol komunisme menjadi zakar dan arit. Ditambah lagi, latar belakang videoclips yang terlihat Castro dengan bibir seperti dubur.
Siapa Gorki Aguila? Aguila dan bandnya dalam tahun-tahun belakangan, terkenal di luar negeri karena film seperti Habana Blues dan film dokumenter Belanda Cuba Rebelion garapan Sander de Nooij dan Alessio Cuomo. Tetapi kawula muda Kuba sendiri juga banyak mendengar musik band Porno untuk Ricardo. Musik mereka merupakan gabungan rock dan punk; serta musik bawah tanah asli Kuba. Nadanya agresif, syairnya kadang-kadang seronok, tetapi sering segar dan tajam, dan selalu provokatif. Pada situs webnya Gorki Aguila menegaskan tidak mendukung partai politik tertentu, apalagi kalangan komunis.
"Kita tidak terima komunisme sialan ini. Dan apabila harus dibayar dengan larangan pentas di mana-mana, maka itu akan saya bayar," demikian Aguila dalam film dokumenter Belanda Cuba Rebelion. Sang penyanyi dianggap sebagai eksponen generasi muda Kuba yang kritis. Walau begitu tak seorang pun berani mengundangnya pentas pada konser atau festival, karena takut dicekal pemerintah Kuba. "Semua ideologi, omong kosong itu, ideologi yang kaku ini bertujuan menutup-nutupi sebenarnya mereka tidak mampu memberi makan rakyat," demikian Aguila. Seberapa jauh artis Kuba bisa mengungkapkan kritik sejenis, tidaklah mudah dikatakan. Para seniman pendukung setia Castro sering malah bisa menulis buku atau membuat film yang kebanyakan sangat kritis. Seniman pembangkang memang lebih jarang ditangkap. Yang juga penting adalah ketenaran. Siapa yang mengulang-ulang lagu-lagunya yang kritis di dalam rumah, tidak akan dipermasalahkan. Tetapi begitu syair-syair itu disuarakan lewat podium atau lebih luas lagi, maka sang artis akan ditangkap. Ini biasanya untuk mengucilkan merka, juga peringatan bagi dirinya sendiri dan terutama contoh bagi yang lain. Rezim Kuba, menurut Aguila, bisa berumur panjang karena rasa takut.
Semua orang berkata, hebat sekali kamu! Tetapi tidak ada yang mengundang pentas kami, tak seorang pun!' Penangkapan Gorki Aguila menjelaskan bahwa 'reformasi' yang diumumkan pemimpin Kuba Raul Castro terutama hanya di permukaan saja, dan tidak berarti perluasan kebebasan individu dan kebebasan artistik di Kuba.
|