foto_kota_iklan.jpg

Home arrow News arrow Indonesia arrow Manusia-Manusia Indonesia yang Gemparkan Dunia

Manusia-Manusia Indonesia yang Gemparkan Dunia PDF  | Print |  E-mail
Thursday, 17 July 2008
Image
Noorsyaidah manusia kawat
Alangkah banyaknya ragam kehidupan bangsa ini. Semua yang aneh-aneh dan di luar nalar bisa dijumpai di sini. Setelah heboh 'manusia pohon' dari Bandung, 'bocah semut' dari Probolinggo, kini ada lagi 'manusia kawat' dari Samarinda yang menggemparkan dunia. Berikut kisah tiga manusia Indonesia yang menyita perhatian publik itu. Noorsyaidah, Manusia Kawat

Adalah Noorsyaidah yang menderita penyakit aneh. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.

"Mungkin Allah SWT ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa dengan kekuasan-Nya apapun bisa saja terjadi dan sayalah orang yang dipilih untuk memperlihatkan kekuasan-Nya itu. Maka itu saya harus menjalaninya dengan tabah," kata Noor seperti dirilis Tribun Kaltim, dengan pasrah.

Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.

Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya.

"Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim) saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya sangat sakit sekali," ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.  

Guru aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.

"Tapi, kalau dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali," katanya.

Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.

"Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya," ujarnya.

Saat ini, untuk menghilangkan perasaan sakit atau stres akibat penyakit yang dialaminya itu tak kunjung sembuh, Noor mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial, misalnya mengajar. "Tapi, kalau malam sudah datang, ya terpaksa harus terpikir, kenapa saya mengalami nasib seperti ini. Mudah-mudahan saja suatu saat ada hikmahnya buat saya, amin," katanya penuh harap.

Yusning si  ‘Bocah Semut’

Yusning, bocah perempuan berusia 8 tahun Asal Dusun Krajan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, menderita penyakit aneh. Dari sudut kedua matanya keluar binatang semut. Menurut sang ibu, Misri, setiap hari bisa keluar lima ekor semut. Sudah 24 ekor semut yang keluar dari kedua mata anaknya itu.

Pertama kali melihat semut-semut itu keluar dari kedua mata putrinya, Misri mengaku kaget.  “Awalnya saya kaget begitu melihat semut keluar dari kedua mata anak saya,” cerita Misri seperti dilansir Duta.

Anehnya, kata sang ibu, meskipun semut-semut itu keluar dari kelopak mata Yusning, anaknya itu kelihatan biasa-biasa saja. Dia tidak merasakan sakit sedikit pun. Melihat kondisi anaknya tidak apa-apa, rasa khawatir Misri kemudian hilang. “Karena dia tidak merasakan sakit apa-apa,” ujarnya.

Namun, setiap semut-semut itu hendak keluar, Yusning selalu memanggil-manggil ibunya. Mungkin Yusning merasa ada sesuatu yang keluar dari kedua matanya. Saat itulah hewan-hewan kecil  itu muncul perlahan-lahan dari sudut matanya. Misri menuturkan, melihat kondisi anaknya yang menderita penyakit aneh itu, dia hanya bisa pasrah. Apalagi putrinya itu sudah pernah diperiksakan ke dokter dan dokter menyimpulkan bahwa Yusning menderita penyakit aneh. “Saya juga tidak tahu dari mana asalnya semut-semut itu,” akunya.

Sementara itu, begitu mendengar ada bocah semut, banyak warga yang tidak percaya. Sehingga untuk membuktikannya, banyak warga kemudian mendatangi rumah sang bocah tersebut. Sejumlah wartawan media cetak dan televisi, kemarin, sempat ingin melihat keluarnya semut dari mata Yusning. Namun, setelah menunggu sekitar dua jam, hewan itu tidak keluar mata Yusning. Sementara, menurut Misri, semut yang keluar dari kedua mata anaknya itu berwarna hitam, seukuran semut kecil.

Menurut pengamatan wartawan, tidak ada yang aneh dari kedua mata Yusning, si ‘bocah semut’ itu. Juga tidak ada lubang layaknya lubang semut. Di samping ibunya, Yusning juga tampak seperti bocah pada umumnya. Beberapa temannya sempat memanggilnya untuk diajak bermain dan Yusning pun gabung mereka.

Bagaimana reaksi Dinas Kesehatan setempat? Meski terkesan lambat, namun Kepala Dinkes Probolinggo dr Siswantoro berjanji akan mengirim dokter untuk menganalisa penyakit bocah tersebut. “Ya, nanti kita akan coba turunkan dokter untuk menganalisanya,” ungkapnya.
Siswantoro mengatakan, melihat kondisi sang bocah yang hingga saat ini masih terlihat sehat walafiat, penyakit yang diderita Yusning tampaknya tidak berbahaya. “Makanya kita perlu menganalisa dulu. Kalau memang penyakit itu perlu penanganan khusus ya bisa dirujuk nanti,” ujarnya.
Soal asal muasal semut, Siwantoro enggan berkomentar. “Mungkin cairan mata sang bocah itu mengandung kadar gula yang bisa mengundang semut itu. Tapi biasanya semut akan mati kalau ada cairan, karena memerlukan pernapasan,” tambah Siswantoro yang mengaku kurang yakin dengan kejadian yang menimpa warganya. “Makanya kita memerlukan pembuktian dulu dengan menganalisa penyakit yang diderita oleh bocah itu,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Kecamatan Lumbang, Probolinggo, dr Adi Nugroho mengatakan bahwa secara medis Yusning tidak ada penyakit apa-apa. “Kita sempat melakukan pemeriksaan terhadap korban. Secara medis tidak apa-apa. Bahkan, tidak ditemukan radang apa pun di matanya,” katanya.

Menurut Adi, penyakit yang diderita Yusning, bisa dideteksi melalui alat foto rontgen. "Namun, jika dengan menggunakan alat tersebut masih juga belum ditemukan gejala apa pun, berarti penyakit yang diderita Yusning di luar kemedisan. Semua itu memang perlu pembuktian,” pungkasnya.

Dede, Manusia akar

Belakangan ini, Kabupaten Bandung Jawa Barat, tepatnya di daerah Cililin, heboh. Sebab, di sana ditemukan seorang manusia dengan bentuk beberapa bagian tubuh yang aneh. Sebagian tubuhnya, tangan dan kaki terutama, menjelma seperti tanaman. Bahkan, jika dilihat sekilas, bentuknya mirip dengan pohon yang berusia tua.

Tak heran, ia kemudian dijuluki manusia akar karena bentuknya yang unik itu. Kasihan dan menyeramkan. Itulah reaksi pertama orang kebanyakan yang melihat kondisi pria bernama Dede ini. Betapa tidak. Tubuhnya ditumbuhi penyakit yang sangat langka. Jumlah penderitanya di dunia hanya belasan saja. Dan, sayangnya, sampai sekarang penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) kategori berat itu belum bisa disembuhkan secara total. Sungguh menyedihkan.

Karena keadaannya itulah, Dede sempat minder dan hanya mengurung diri. Semangat hidupnya jatuh karena penyakitnya itu telah membuat istrinya pergi meninggalkan Dede. Saat itulah, ia bertemu dengan Hanny Purwanto, seorang penyelenggara acara-acara nyleneh. Hanny inilah yang kemudian mencoba menawarkan Dede agar mau mempertunjukkan keanehannya pada publik.

Dengan niat mengembalikan semangat hidup, Hanny kemudian merancang acara di mana orang-orang seperti Dede dapat tampil dengan bangga di depan umum sebagai seorang entertainer. Pelan tapi pasti acara itu terwujud, hingga mereka bukan saja kembali percaya diri dan menerima keadaannya dengan ikhlas, tapi juga mampu menghasilkan uang untuk diri mereka sendiri sebagai seorang entertainer. "Saya tidak ingin mengeksploitasinya, namun saya justru ingin mengembalikan semangat hidupnya karena ternyata penyakit itu pun bisa membawa berkah," ujar Hanny.

Dari pertemuan inilah, kemudian sosok Dede dikenal dan akhirnya membuat Discovery Channel Amerika ingin memfilmkan sosoknya. Berangkat dari hal itu, nama Dede pun jadi mendunia. Beberapa tim medis dari Amerika dan Inggris kemudian menawarkan diri ingin mencoba menyembuhkannya. Namun, dokter-dokter di Indonesia pun ingin agar Dede bisa disembuhkan di Indonesia saja.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >

Memorabilia

Sejarah spionase dunia tidak akan pernah melupakan legenda Mata Hari (versi ejaan lain: Matahari), seorang penari erotis blasteran Jawa-Belanda penuh...

Kisah

"Buat aku, momen tak terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihatku telanjang dan berciuman dengan gadis lain. Kami berharap...

Property

Sentuhan warna menjadikan  sesuatu lebih hidup. Begitu juga dengan warna rumah kita.  Dinding, plafond dan lantai rumah tidak...

Horoskop

SHIO MACAN



Tahun yang masuk Shio Macan
1902 | 1914 | 1926 | 1938 | 1950 | 1962 | 1974 | 1986 | 1998...