Home arrow News arrow Indonesia arrow Heboh, Tanah Makam Bergoyang-goyang

Heboh, Tanah Makam Bergoyang-goyang PDF  | Print |  E-mail
Friday, 08 February 2008

ImageWarga Desa Toboli, Kabupaten Parigi-Moutong di Sulawesi Tengah  dalam lima hari terakhir heboh. Masyarakat kaget dan dibingungkan  peristiwa yang tak lazim di makam desa. Tanah tempat  Dimalia, satu warga Desa Toboli dikubur terus bergoyang dan tumbuh naik.

Kabar kubur bergoyang  di Desa Toboli itu  dengan cepat  tersiar keluar desa. Ratusan warga dari berbagai desa tetangga berduyun-duyun mendatangi TPU Desa Toboli. TPU itu sendiri sekitar 20 kilometer barat kota Parigi, ibukota Parigi-Moutong. Atau sekitar 54 kilometer timur laut Palu.

Hingga Kamis sore TPU Desa Toboli  masih ramai dikunjungi warga. Kubur bergoyang itu adalah makam almarhum Dimalia (57), warga desa setempat. Dan masih menunjukkan keanehan.

"Dilihat sepintas kuburan itu tidak menunjukkan keanehan jika dibandingkan dengan kuburan lain di sekitarnya. Namun setelah didekati, makam yang berukuran 1,5 X 1 meter ini menujukkan kondisi tanah di sekeliling bergerak-gerak ibarat berada di atas lumpur," kata Iqbal (32), warga Parigi.

Ia menjelaskan, kontur tanah di makam almarhum Dimalia tersebut jika ditekan akan bergoyang ibarat sebuah balon yang diisi dengan air. Kondisi inilah yang kemudian menghebohkan warga, karena kondisi tanah di pemakaman umum tersebut adalah tanah keras.

"Anehnya lagi, tanah kuburan Dimalia sebelumnya telah beberapa kali diratakan namun keesokan harinya tanah itu kembali membumbung," ujarnya.

Raflan, salah seorang putra almarhum Dimalia, mengatakan keanehan itu sudah terjadi saat proses pemakaman pada Ahad pekan lalu (3/2). Beberapa warga yang tengah mengurug tanah untuk menimbun makam keheranan karena merasa tanah yang dipadatkan terus bergoyang-goyang.

"Kami sudah berulangkali memadatkan tanahnya, namun tidak berhasil. Sebab sehari kemudian membumbung lagi," katanya.

Raflan menambahkan, seluruh anggota keluarga tidak pernah mengalami peristiwa yang aneh seputar kejadian tersebut.

"Pihak keluarga terpaksa hanya memagari kuburan tersebut dengan tujuan tidak mendapat gangguan dari pengunjung," katanya.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >